Tips-tips Menghindari Kejahatan dalam Menjalankan Bisnis dan Bertransaksi Secara Online

by Larassatti Dharma
3376 views
Tips-tips Aman Bertransaksi Online

Di era pandemi ataupun sebelum pandemi, bisnis online telah menjadi pilihan yang sangat digemari. Anda pun sudah lazim dengan berbagai jenis e-commerce yang bermunculan, bahkan mungkin sempat berbelanja di sana selama masa pembatasan sosial. Berdasarkan data yang dirilis oleh Exabytes, jumlah pengguna e-commerce di masa pandemi bahkan meningkat hingga 38,3%. Hal ini menunjukkan bahwa menjalankan bisnis online menjadi peluang yang sangat menjanjikan di masa pandemi ini, atau bahkan setelahnya.

Namun demikian, dalam menjalankan sebuah bisnis, kita pasti tidak bisa terbebas dari risiko. Ada risiko yang dapat ditimbulkan dari kelalaian sendiri sebagai pelaku usaha, serta ada juga risiko yang dapat timbul dari pihak eksternal. Jika Anda menjalankan bisnis secara offline, risiko yang dapat muncul dapat terbayangkan. Misalnya, kemunculan tindak-tindak kriminal ataupun penipuan yang dapat langsung terjadi di depan mata. Sehingga, untuk mencegahnya pun terdapat langkah-langkah pasti yang dapat dilakukan, seperti memasang CCTV, membayar jasa aparat keamanan, dan sebagainya.

Jika kita menjalankan bisnis secara online, risiko yang timbul tampak sulit untuk dibayangkan. Hal ini terjadi karena tindak kriminal yang terjadi disebut dengan kejahatan siber (cybercrime). Sebagai pemilik toko, meskipun online, penting untuk memahami risiko yang timbul dan berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah atau meminimalisasi akibat dari terjadinya risiko-risiko dalam berbisnis. Beberapa pemilik bisnis online sudah dapat mengenali permasalahan ini secara lebih mendalam, tapi terdapat banyak pemilik bisnis online lainnya ataupun pelanggan yang belum memiliki pemahaman mendalam tentang risiko dari melakukan transaksi secara online ini.

Tim NICEpay, Bamby Rossario (Head of Risk Control & Dispute Management Team dari NICEpay) dan Josua Parlindungan (Risk Management Assistant Manager dari NICEpay), membagikan beberapa tips yang dapat dilakukan untuk meminimalisasi risiko yang dapat terjadi dalam melakukan transaksi pembayaran atau belanja secara online baik dari sisi pemilik toko, maupun sebagai konsumen. Jika Anda ingin menonton versi lengkapnya di Youtube, klik di sini.

1. Pastikan website yang digunakan untuk bertransaksi sudah aman

Jika Anda bertransaksi menggunakan website, seorang konsumen harus memastikan kalau website tersebut aman. Website bagi sebuah bisnis online dapat diibaratkan sebagai rumah ataupun toko offline. Jika ingin memberikan rasa aman bagi konsumen untuk bertransaksi, Anda harus berusaha lebih untuk melengkapi sistem keamanan toko Anda dengan mendapatkan lisensi sertifikat SSL. Pilihlah penyedia website yang telah memilki reputasi baik dan berlisensi sebelum Anda mulai berbisnis. Dengan begitu, semua transaksi yang dilakukan telah terenskripsi untuk mencegah kebocoran data. Jika Anda merupakan pemilik bisnis, website Anda harus memiliki lisensi sertifikat SSL tersebut. Ciri website yang telah memiliki sertifikat ini diawali dengan https dan bukan http.

2. Pilih payment gateway atau solusi pembayaran yang memiliki reputasi baik

Anda perlu memilih partner solusi pembayaran yang telah memiliki lisensi keamanan PCIDSS dari controlcase izin operasi dari Bank Indonesia. Usahakan pula memilih jasa payment gateway yang berkantor di Indonesia, sehingga jika terdapat masalah, Anda dapat mengatasinya dengan lebih cepat. Menggunakan payment gateway yang berkantor di luar negeri dapat menyulitkan Anda dalam mengatasi masalah, baik dari permasalahan perbedaan waktu operasional, juga perbedaan regulasi.

3. Miliki alat untuk memonitor aksi penipuan

Akan sangat baik jika Anda memiliki alat yang dapat mendeteksi transaksi palsu yang mengarah pada penipuan. Jika tidak, Anda perlu memiliki penanggung jawab yang bertugas memonitor setiap transaksi yang dilakukan di toko online Anda. Solusi untuk memiliki alat ini juga bisa Anda dapatkan dengan menggunakan payment gateway.

NICEpay sebagai salah satu penyedia jasa pembayaran di Indonesia, telah dilengkapi dengan fitur FRISK (Fraud & Risk Identification System & Knowledge). Sistem ini diciptakan dengan melatih mesin untuk mendeteksi transaksi terduga penipuan secara otomatis. Tim Manajemen Risiko dari NICEpay secara berkala memperbarui berbagai modus penipuan yang semakin lama menjadi semakin beragam. Anda tidak perlu lagi khawatir akan keamanan toko, sistem dari NICEpay akan bertindak sebagai aparat keamanan yang menjaga toko Anda untuk meminimalisasi risiko.

Sebagai perusahaan payment gateway di Indonesia, NICEpay memiliki sistem yang stabil, serta dilengkapi dengan lisensi PCIDSS untuk menjamin keamanan transaksi Anda. NICEpay sebagai solusi payment Indonesia juga memiliki kanal-kanal pembayaran yang beragam untuk bisnis Anda: virtual account melalui 9 bank besar di Indonesia, debit online, kartu kredit, pembayaran lewat convenience store, dompet digital (e-wallet), installment non-bank, disbursement, payment link, hingga SMS broadcast. NICEpay merupakan pilihan payment gateway Indonesia yang sangat cocok bagi bisnis yang sedang ingin go digital.

Jika Anda tertarik untuk bergabung bersama merchant-merchant NICEpay lainnya, caranya sangat mudah, cukup dengan menekan tombol yang tertera di bawah post ini. Untuk melihat penjelasan lebih lengkap terkait produk dan penawaran lainnya, Anda dapat mengunjungi website resmi kami di www.nicepay.co.id.

Sumber: tirto.id, tim internal NICEpay